Siklus Sang ElangPosted by Andi on Sep 11, '08 2:45 PM for everyone

Elang adalah salah satu jenis unggas yang memiliki umur panjang, usia tertua bagi seekor elang adalah 70 tahun. Sesuatu yang muskil dicapai oleh unggas-unggas lain.
Akan tetapi, untuk dapat bertahan hidup hingga usia itu, tepat di usia 40 tahun, seekor elang harus mengambil kepu-tusan sangat penting dalam hidupnya.
Apakah dia memilih pasrah dengan kondisinya, atau melakukan sesuatu yang sangat menyakitkan untuk dapat ber-tahan hidup 30 tahun lagi.
ParadoksPada usia 40 tahun, sebenarnya sang elang terlihat sebagai sosok yang sangat gagah, paruhnya panjang hingga mencapai dada, cakarnya memanjang dan lentik dan bulunya sangat tebal dan lebat.
Tapi apa sebenarnya yang dia-lami sang elang?
Paruh panjang menyebabkan ke-sulitan untuk mencabik makanannya, kuku yang indah lentik menyulitkannya untuk mencengkeram mangsa, dan bulu yang tebal menyebabkan sayap-sayapnya menjadi berat dan membutuhkan energi lebih untuk terbang.
Pilihan yang SulitPada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan:
Menunggu kematian, atau …
Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan suatu proses yang panjang selama 150 hari.
SANG ELANG TAK AKAN MENYERAH
WALAU TRANSFORMASI BUKAN PILIHAN YANG MUDAHUntuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke
atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.
KEPUTUSAN YANG SANGAT MENYAKITKAN
• Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tum-buhnya paruh baru.
• Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu dengan cakar-cakar tersebut.
• Suatu proses panjang yang panjang dan menyakitkan.
Semangat Baru & Pengalaman
Dua hal baik dalam kehidupan ini adalah:Si Muda yang bersemangat
dan
Si Tua yang berpengalaman
Setelah mengalami proses transformasi ini, sang elang adalah individu dengan semangat dan kekuatan baru serta memiliki bekal pengalaman hidup yang cukup
The Morale of the Story * Usia 40 tahun dan Kemapanan
* Tempat yang tinggi dan tepi jurang
- Menjauh dari tempat makanannya
- Tepi jurang adalah resiko yang harus dihadapi tetapi juga cukup aman baginya saat dia tidak memiliki kekuatan
- Tempat tinggi dan tepi jurang adalah darimana ia belajar terbang untuk pertama kalinya
* Proses transformasi
- Tirakat
- Melepaskan powernya
- Meninggalkan kemewahan
* 30 tahun dengan kekuatan baru dan pengalaman