dreaming_teacher wrote:
Sungguhan tah, tep?
Kamu belajar dari mana?
Apa ini bukan ilmu gathuk?
itu menurut pemahaman batin saya pak....
karena menurut saya dengan menyebutkan asma "ALLAH" kita sudah sama dengan mengingat (berdikir) kepada Allah.
hanya saja kalo kita ingin penegasan bahwa Allah itu memang benar-benar tidak ada yang menyamainya maka digunakan kalimat
"La ilaahaillallah".
Saya belajar ini dari pemahan saya tentang makna "Allah" selama beberapa bulan terakhir ini yang menimbulkan berbagai pertanyaan dibenak saya, yang akhirnya mencul waktu bangun tidur bahwa makna dari Allah itu demikian halnya. dan menurut saya Tuhan tidak akan punya nama yang menyamai makhluknya.
intinya yang penting dari kita sendiri dalam berdikir, karena dalam berdikir itu harus ikhlas. dan menurut saya kedua hal tersebut diatas sama aja. dan saya tidak menghubungkan ini dengan ilmu gathuk.