udienz wrote:
Alkisah sepasang remaja yang sudah pacaran beberapa lama... si cowok
mengajak menikah si cewek.
cowok : maukah kamu menikah dengan ku ?
cewek : kapan ? dalam waktu dekat ini ?
cowok : ya
cewek : aku gak berfikir sampai disitu, aku masih kuliah, dan
kamu belum kerja.
cowok : apakah ada yang salah dari itu ?
cewek : bukannya salah, tapi nanti kita makan apa ?
cowok : emang belum tau sih, tapi aku akan berusaha, kamu mau
gak ?
cewek : jangan dalam waktu dekat ini. kelak kalo kita semua siap.
itulah gambaran dialog yang sering aku jumpai...
at the end, si cowok meninggalkan si cewek, si cowok berfikir : enak
saja dia, ketika aku susuah dia gak mau, ketika aku mengajak berjuang
bersama untuk meraih mimpi, dia gak mau, dia maunya ketika aku sudah
bekerja, sudah sukses, tanpa harus merasakan pahitnya mencari makan.
Tidak mau tahu tentang pahitnya menahan pengeluaran, tidak mau
tau bagaimana puasa senin kamis dengan sedikit keterpaksaan. Tidak mau
berfikir bagaimana sedih dan senangnya hidup dalam perjuangan.
There's no fighting spirit on her, there's no true love on her.
finnaly, si cowok menemukan cewek yang mau diajak berjuang bersama,
menghadapi hari2 yang menurut orang lain menyusahkan tapi menurut
mereka menyenangkan.
Apakah gambaran cewek banyak yang seperti ini ?
ndak salah tulis ta...... kayaknya gini ndeh
cowok : maukah kamu menikah dengan ku ?
cewek : kapan ? dalam waktu dekat ini ?
cowok : ya
cewek : aku gak berfikir sampai disitu,
kamum masih kuliah, dan
kamu belum kerja.
cowok : apakah ada yang salah dari itu ?
cewek : bukannya salah, tapi nanti kita makan apa ?
cowok : emang belum tau sih, tapi aku akan berusaha, kamu mau
gak ?
cewek : jangan dalam waktu dekat ini. kelak kalo kita semua siap.
itulah gambaran dialog yang sering aku jumpai...
at the end, si cewek meninggalkan si cowok, si cowok berfikir : enak
saja dia, ketika aku susuah dia gak mau, ketika aku mengajak berjuang
bersama untuk meraih mimpi, dia gak mau, dia maunya ketika aku sudah
bekerja, sudah sukses, tanpa harus merasakan pahitnya mencari makan.
Tidak mau tahu tentang pahitnya menahan pengeluaran, tidak mau
tau bagaimana puasa senin kamis dengan sedikit keterpaksaan. Tidak mau
berfikir bagaimana sedih dan senangnya hidup dalam perjuangan.
There's no fighting spirit on her, there's no true love on her.
finnaly, si cowok tidak menemukan cewek yang mau diajak berjuang bersama,
menghadapi hari2 yang menurut orang lain menyusahkan tapi menurut
mereka menyenangkan.
mangkanya endang lulus le.............